UPDATE! Selamat datang di faturlifelonglearner! Tempat berbagi analisis data, ekonomi, wirausaha dan Pengabdian Masyarakat.

Ranjinan.Art: Marketplace Digital, Transformasi Kreativitas Anak Putus Sekolah Menjadi Peluang Kemandirian Ekonomi digital


Ranjinan.Art merupakan nama brand yang didirikan pada bulan Maret 2026. Ranjinan.Art hadir sebagai solusi kemandirian ekonomi bagi anak putus sekolah yang ada di provinsi Sulawesi Selatan, dengan cara yang praktis dan mudah diakses seluruh kalangan, Ranjinan.Art berfokus menjadi wadah bagi anak putus sekolah untuk bisa memperjualbelikan setiap karya kerajinan yang mereka buat, untuk membantu kemandirian ekonomi bagi anak putus sekolah terkhususnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kategori usaha Ranjinan.Art ini masuk ke dalam kategori Bisnis Digital, karena Ranjinan.Art bukan hanya berfokus kepada penjualan yang berbasis digitalisasi namun juga memperhatikan potensi kerajinan tangan yang pasti dapat dibuat oleh anak putus sekolah serta menjadikan platform ini sebagai bentuk curhatan oleh anak putus sekolah tersebut mengenai keresahan nya pada saat menjadi anak berstatus putus sekolah,  namun tentu ada inovasi baru yang akan di kembangkan di tahap bertumbuh, yaitu mengonversi karya seni tradisional menjadi aset digital bernilai tinggi menggunakan teknik Photogrammetry untuk dibuat menjadi non-fungible token (NFT), dimulai dari hasil kerajinan kain Sutera & Tenun menjadi seamless pattern untuk industri fashion dan desain grafis serta Patung & Ukiran menjadi Model 3D high-poly/low-poly untuk game developer & arsitek.

Gambar 1, Tampilan Web Ranjinan.ArtLink website https://ranjinan-art-2.myshopify.com/




Sosial Media Ranjinan.Art


Ranjinan.Art memiliki Visi dan Misi yang dijadikan sebagai prinsip dalam menjalankan usaha agar tetap bertumbuh, yaitu :

1. Visi

Menjadi merek usaha yang terpercaya di indonesia yang mengedepankan inovasi, pelestarian budaya, kemandirian ekonomi digital, dan kepedulian terhadap sesama

2. Misi 

Menyediakan produk yang bernilai jual tinggi yang dibuat langsung dari tangan pengrajin yaitu anak putus sekolah terancam putus sekolah dengan mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal.
Mengembangkan bentuk fisik kerajinan tangan menjadi non-fungible token (NFT) menjadi aset digital yang bisa digunakan untuk berbagai hal serta menumbuhkan jenis usaha yang baru di platform Ranjinan.Art, Menjaga kualitas dan integritas produk melalui layanan yang mudah di akses serta beradaptasi dengan digitalisasi guna menjadi usaha yang berkelanjutan, Membangun distribusi dan akses yang luas dan layanan pelanggan yang unggul untuk memastikan kepuasaan pelanggan.

Dalam usaha ini terdapat 5 orang anggota yang merupakan teman dan bekerja sama dalam pengelolaan usaha ini, yaitu:

Nama 

Bagian Tugas

Kemampuan/

Jobdesk






Fatur Rahman






 (CEO - Chief Executive Officer)

• Fokus ke bisnis dan strategi

 • Berperan aktif dalam mengarahkan rekan tim agar sesuai target

 • Membangun kemitraan dengan sekolah rakyat, komunitas anak putus sekolah, serta instansi terkait







Zul Fajri







(COO - Chief Operating Officer / Operations)

• Menyusun dan koordinasi proposal 

• Bertanggung jawab pada proses pemberian pelayanan dan operasional

• Membantu pengelolaan data produk kerajinan fisik dan aset digital

• Mengelola arsip dokumen penting seperti surat kerja sama, izin usaha, dan legalitas






Aqilah Permata Dinanti






 (CFO - Chief Financial Officer / Finance Lead)

• Menyusun laporan keuangan berdasarkan data usaha 

• Mengelola seluruh keuangan usaha, termasuk pencatatan pemasukan dan pengeluaran. 

• Menyusun anggaran belanja bahan baku dan operasional.










Agus Pratama










(CTO - Chief Technology Officer) & Development Web

• Bertanggung jawab untuk melakukan riset pengguna untuk mengidentifikasi preferensi dan kebutuhan pelanggan dalam menggunakan produk

• Mengembangkan dan mengelola website platform penjualan produk

• Mengunggah dan mengelola produk fisik serta aset digital pada website

• Mengembangkan fitur website sesuai kebutuhan pengguna dan mitra

• Melakukan pemeliharaan website.




Muhammad Farel Pratama




 (CMO - Chief Marketing Officer) & Branding

• Mengatur strategi pemasaran dan bisnis • Membuat media promosi visual seperti pamflet 

• Bertanggung Jawab dalam penyebaran promosi dan branding.


           Selain dari kelima teman tim yang membantu jalannya usaha ini dengan baik, adapun juga pihak dari luar tim yang selalu memberikan nasehat dan masukan untuk tim Ranjinan.Art agar bisa lebih baik lagi kedepannya. Sumber daya manusia yang kami maksud dari luar tim adalah lingkungan kampus di Prodi Bisnis Digital, yaitu ada dosen Bisnis Digital Bapak Syahril SE.,M.Si selaku pembina dan mentor dari tim Ranjinan.Art yang selalu memberikan masukan untuk strategi pengembangan usaha ini di masa yang akan datang

Maka dari itu Ranjinan.Art diposisikan sebagai platform kreatif dan solutif yang memberdayakan anak putus sekolah melalui karya kerajinan bernilai jual yang ditambah dengan modifikasi non-fungible token (NFT), memudahkan mereka untuk mandiri secara ekonomi dengan cara yang praktis dan mudah diakses. Brand ini menggabungkan nilai kreativitas lokal, kualitas produk, dan harga yang terjangkau, sekaligus menjadi wadah pemasaran yang inklusif. Ranjinan.Art menjadi pilihan tepat bagi konsumen yang ingin mendapatkan produk kerajinan unik sekaligus berkontribusi pada pemberdayaan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.